Hari Kebangkitan Nasional
Topik ini agak terlambat sehari, tapi daripada tidak sama sekali...
Hari Kebangkitan Nasional.
Saya tidak heran kalau banyak orang tidak menyadari keberadaan hari ini, karena tidak ada berita berarti mengenai hari ini baik di media cetak maupun elektronik, kalaupun ada, cenderung tidak begitu menarik, dan signifikan dibandingkan berita-berita lainnya. Menyedihkan sebenarnya, karena saya percaya, kita semua mempelajari sejarah atau asal muasal dari hari ini sejak SD walau mungkin sekarang yang tersisa hanya sekelibat apalagi sudah tidak ada pelajaran atau mata kuliah Sejarah di universitas. Saya tidak menampik kalau saya pun sudah tak ingat banyak tentang sejarah hari ini, tapi cukup untuk mengerti arti atau makna dari hari ini.
Hari Kebangkitan Nasional dirayakan setiap tanggal 20 Mei. Kenapa 20 Mei? Karena pada tanggal tersebutlah didirikan suatu organisasi bernama Boedi Oetomo. Kenapa organisasi ini? Bukannya banyak organisasi lain? Jawabannya sederhana, karena inilah organisasi pelopor dan organisasi yang benar-benar organisasi, terdapat visi, misi, sistem, pemimpin, anggota dan segala komponen yang dibutuhkan dalam organisasi dan pada saat itu (maaf karena ingatan lemah apabila berhubungan dengan tahun-tahun), benar-benar baru Boedi Oetomo yang melakukannya.
Pada saat awal masa penjajahan, ciri khas perlawanan bangsa Indonesia adalah perlawanan fisik dan bersifat kedaerahan. Sering terjadi banyak perlawanan di satu waktu di berbeda tempat yang membuat Belanda kewalahan, tapi perlawanan seperti itu tidak selalu efektif apalagi apabila ingin mencapai kemerdekaan suatu negara utuh bernama Indonesia. Perlawanan secara intelektual dan terorganisirlah yang dibutuhkan untuk mencapai cita-cita tersebut dan yang mengambil langkah pertama tersebut adalah Boedi Oetomo yang menjadi wadah para intelektual Indonesia walau belum seluruh Indonesia tapi ialah sang pelopor. Jadi, cukuplah jelas mengapa tanggal 20 Mei diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.
Kenapa saya menulis ini? Karena sejarah adalah bagian dari identitas bangsa. Sungguh tidak ada orang atau bangsa yang maju tanpa melupakan sejarah, tanpa belajar dari sejarah.
'One faces the future with one's past.' Pearl S. Buck
Jangan sampai perkataan Hegel dan Shaw terbukti bahwa
'We learn from history that we learn nothing from history.'
Annisa
-Hanya seorang anak bangsa-