<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar/3595556366236942779?origin\x3dhttp://akapela-mti-itb.blogspot.com', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Budaya Solutif

ada suatu fenomena menarik yang ada di MTI (bahkan gw rasa di ITB --juga bisa di Indonesia). fenomena itu adalah saat kita berdiskusi, pasti banyak orang yang akan berpendapat. dengan kata lain, yang tidak tertarik atas diskusi tersebut, bisa jadi dia akan malas berpendapat.

berpendapat, berargumen, berpersuasif dan sebagainya; kita bisa golongkan itu ke dalam kebebasan berbicara. Indonesia menjaminnya lewat pasal 28 UUD 1945. yang jadi masalah adalah saat orang semua ingin didengar pendapatnya dan akibatnya semakin lama pula bahasan suatu topik yang menyebabkan proses-proses lainnya terlambat pula.

so..gw ucapkan selamat datang di Indonesia kalo teman-teman semua menyadarinya. selamat datang di budaya berpendapat.

lewat tulisan ini, gw mo mengkritisi budaya ini. entah itu yang sudah terjadi di MTI --dalam RA, rapat, dsb; atau di ITB --dalam KM, kongres, dsb; atau di Indonesia --dalam DPR,MPR, lembaga negara, ke-Presiden-an, dsb. budaya ini tampaknya budaya yang harus di 'extend' (baca : dikembangkan). artinya, budaya ini bukan untuk di cegah tapi di kembangkan dan 'memang' harus di kembangkan.

suatu hal yang sering gw lihat disini adalah saat kita berpendapat kadang kala kita hanya menyampaikan unek2 kita tapi tanpa solusi. 'Talking without solution' adalahs sama saja membuat suatu perdebatan, suatu rapat akan menjadi debat kusir; tidak ada habisnya dan tidak ada selesainya. kita ambil contoh RA-MTI. kalo teman-teman perhatikan, sering kali yang terjadi adalah seperti rapat dengar pendapat. banyak kejadian di RA yang harusnya diselesaikan dengan solusi, kadang kala di tambah ruwet dengan pendapat. pendapat tersebut bukannya buruk, tapi alangkah baiknya kalo diberikan solusi penyelesaiannya juga.

hal lain yang terjadi di RA-MTI adalah saat moderator tidak bisa memutuskan solusi yang diberikan untuk masalah. entah karena solusi terlalu banyak, ato se-akan2 tidak berwenang untuk memutuskan, sehingga se-akan membuat peserta RA 'diberi angin' untuk kembali melancarkan 'pendapat lain'; yang akibatnya suasana rapat seakan 'chaos'. alhasil pula, RA yang harus memakan waktu t menit, bisa menjadi t+x menit; dimana 'x' tersebut tidak kecil.

sebuah solusi yang saya tawarkan adalah mungkin kita harus mencontoh barat dalam berdiskusi. kita batasi waktu pembahasan suatu masalah. saat diberikan waktu tersebut, anggota boleh memberikan pendapatnya + solusi + kelebihan dan kekurangan solusi mereka (bila bisa diberikan). moderator mencatat seluruh solusi + kelebihan dan kekurangan. saat waktu habis, bila belum keluar suatu solusi, moderator (pimpinan) yang berhak menentukan solusi mana yang dipakai.

memang akan ada kelemahan dari metode ini, seakan kesempatan berbicara orang dibatasi. tapi bagaimana juga ini adalah sebuah trade-off. anggota harus bisa mengoptimalkan waktu yang tersedia untuk meyakinkan bahwa solusi-nya yang terbaik. bila dia bisa meng-kampanye-kan solusi-nya dengan baik, pasti solusi tersebut akan dipakai. ini politik, bukan?! kemudian, anggota lain juga harus mematuhi solusi yang telah ditetapkan. mau atau tidak. terpaksa atau suka-rela. bagaimana-pun juga salah mereka yang tidak mau memberikan solusi bila ternyata solusi yang tidak sesuai dengan keinginan yang dipilih.

semua metode akan ada kelebihan dan kekurangan. tapi yang jelas kita harus berani berubah mencoba menggunakan suatu metode dan metode lain, sampai kita tahu ini adalah metode yang optimal bagi kita semua. so, moga2 tulisan ini berguna untuk MTI mendatang. bagaimana-pun juga kita tidak boleh menutup mata bahwa saat RA di-ada-kan, kita telah men-trade-off waktu (yang berharga) untuk mendengarkan dan berpendapat dalam RA tersebut. gunakan waktu yang sudah diberikan tersebut dengan optimal dan tidak bertele-tele.

bila ini bisa berjalan dengan semestinya, seharusnya anggota pun akan datang RA dengan senanghati karena akan mengerti bahwa waktu yang dia sediakan untuk rapat RA adalah pukul a s/d b bukan pukul a s/d selesai (suatu keadaan kualitatif). kita lihat apakah budaya solutif ini bisa berbicara banyak di MTI yang selalu butuh solusi.



PEACE
Hardian Prabianto
13405097

Akapela MTI | Thursday, June 28, 2007 at 3:12 AM

Rapat Akapela - Penting

Akhir Juli pada ke Bandung dooong. Kita rapat yuk yuk.
Tanggal 21 Juli Rapat Akbar Akapela yaa.
Tanggal 20 nya kan wisudaan tuh, biar pada ngumpul.
Jam 11 di Himpunan, sekalian makan bareng yuk.

Jangan lupa, karena rapat ini sangat penting sekali. Thx!

- Batari :)

Akapela MTI | Wednesday, June 20, 2007 at 10:59 PM

BAHAYA...!!!POST-MODERNISME BERKARYA...!!!

Ehm,ini adalah hasil editannya.Thanks bwat yang udah memberi masukan (feby en kak audriel). Ditunggu masukannya pula utk artikel akapela lainnya yah (ane juga musti lah!masa nyuru2x orang laen tapi sendirinya ga ngerjain?)
Judul di atas bukan sembarang nulis lho!kita sekarang mesti kudu hati-hati ama arus filsafat yang sedang melanda dunia ini. Sapa bilang kalo kita ini ada di jaman modern? Asal tau aja, filsafat modern uda lama ditinggalin. Ane akan coba jelasin sejarahnya dulu ya. Ketika teknologi di dunia sudah mulai menampakkan taringnya (baca: maju) yang ditandai dengan revolusi industri di mana-mana, orang mulai berpikir bahwa teknologi bisa memecahkan SEMUA persoalan di dunia. Sungguh pemikiran yang lugu namun optimistis mengingat tadinya manusia tidak bisa terbang lalu voila! ditemukanlah (baca:diciptakan) pesawat terbang oleh Sir George Langley yang pertama-tama lalu Wilbur dan Orville Wright (baca:Wright bersaudara). Permasalahannya muncul ketika semua manusia mendewa-dewakan rasio (dengan kedok teknologi). Mereka begitu bersukacita ketika akhirnya mereka menempatkan rasio sebagai otoritas tertinggi lalu menggunakan otoritas tertinggi tersebut untuk memecahkan persoalan dunia.
Inilah filsafat modernisme itu!bagaimana manusia memutlakkan rasio dan menempatkan rasio sebagai otoritas tertinggi dalam hidupnya (bukannya Tuhan YME!). Lalu apa hasilnya? Saat mereka mengelu-elukan filsafat modernisme, bukannya semua persoalan dunia terselesaikan, malah meletus dua perang dunia yang tidak akan pernah dilupakan manusia (PD I & PD II). Lalu bagaimana setelah itu? Orang-orang tentu kecewa dengan filsafat modernisme yang begitu optimis namun malah menyerang balik kepada masyarakat itu sendiri. Inilah akhir yang mengenaskan bagi filsafat modernisme. Mereka berpikir kalo memutlakkan rasio dan menempatkannya pada otoritas yang tertinggi ternyata gagal maka jalan keluarnya adalah dengan tidak memutlakkan apa-apa. Dengan kata lain adalah "semua hal itu relatif, tidak ada yang mutlak"(bukannya kembali kepada Tuhan YME, malah makin ngawur aja!). Wilkommen!selamat datang di era filsafat post-modernisme.
Mereka (baca:orang-orang yang berpola pikir post-modern) menerima narasi masing-masing figur namun menolak metanarasi. Kata-kata yang paling sering kita dengar mengenai filsafat ini adalah "yah,itu kan bener menurut elo,menurut gw sih beda tapi kita gak usah saling ganggu lah.gimana?"Keliatan secara kasat mata bahwa pernyataan tadi adalah bentuk suatu toleransi namun sebenarnya ini adalah filsafat post-modernisme. Pernyataan tadi jelas-jelas ingin menunjukkan bahwa kebenaran itu terletak pada individunya. Individulah yang berhak menentukan yang mana yang benar dan mana yang salah. Ini adalah suatu kesalahan!suatu kebenaran tidak perlu individu yang menentukannya. Kebenaran itu self-sufficient dan benar pada dirinya sendiri. Misalnya 1+1=2 lalu ada 10.000.000 orang bilang 1+1=3 lantas 1+1 menjadi 3?kan enggak! Teori filsafat post-modernisme itu adalah "semua hal itu relatif, tidak ada yang mutlak" dan "yang ada hanyalah narasi masing-masing figur,tidak ada metanarasi".
Sebenarnya, jika kita telaah lebih lanjut kedua teori ini, ada lubang yang sangat dalam ditinggalkan oleh Jacques Derrida, Michel Foucault, Jean-Francois Lyotard, dan Jean Baudrillard (bapak-bapak post-modernisme). Saat mereka mengatakan bahwa tidak ada yang mutlak, justru ada yang mereka mutlakkan yaitu teori bahwa tidak ada yang mutlak (sungguh IRONIS!). Saat mereka mengatakan bahwa tidak ada metanarasi melainkan narasi masing-masing figur, justru mereka sedang me-metanarasi-kan teori tersebut (kembali suatu ke-IRONIS-an!). Inilah yang disebut self-defeating concept! Kita benar-benar harus berhati-hati dengan filsafat ini karena mereka sedang mau merelatifkan iman kepercayaan kita. Bahkan, lebih radikal lagi, merelatifkan the GOD's existence. Wah, malah makin kacau jadinya kalo gini. Sekarang, kita tidak bisa lagi mengoreksi kesalahan yang dibuat orang lain. Kenapa begitu? Yah, karena filsafat post-modernisme tadi. "Lo bener, gw juga kagak salah (baca:bener juga) yaudah kita sama-sama bener lagian juga ga ada yang bener-bener benar kok!santai aja lah!". Coba, gimana caranya kita ngoreksi orang yang udah ngomong kayak gini? Susah kan!
Pertama yang harus kita lakukan adalah menempatkan Tuhan YME pada otoritas yang tertinggi dalam hidup kita (tidak perlu memutlakkan Tuhan karena Tuhan sendiri sudah mutlak pada dirinya sendiri tidak perlu kita capek-capek membuktikannya). Lalu kita ingatkan teman-teman kita akan bahaya filsafat ini (misalnya dengan membuat post kayak gini neeh.hehe). Yah, emang ini kerjaannya filsafat, agama menjawab pertanyaan dan filsafat mempertanyakan kembali jawaban tersebut (gak abis-abis deh). Selamat datang di peperangan intelektual dan selamat bergabung.
stevi-13406138

Akapela MTI | Monday, June 18, 2007 at 4:56 AM

kertas daur ulang

Sorry bangetZ,..iuTh baru sempet ngePost sekarang..padahal kayanya giliRanQ dah dari kemaren2!!!
Sekarang iuTh dah di
Surabaya,,senangnya ketemu ma kLuarga,,tapi..seBel juga!!!Tmen2q diITS+UNAIR lagi pada UAS,,jd pada g bisa digangguin dee..
oia,,liburan ini aq lagi belajar bikin kertas daur ulang gitu,,inspirasi dan ilmunya datang dari anak SR,tepatnya ni tugas mata kuliah pilihan tmen unit aq,,diliat2 seru juga, daripada aq liburan nganggur g jelas,,lumayan juga ngurangin tumpukan koran bekas di rumah,punya keahlian tambahan juga,,kayanya lumayan ni klo bikin banyak trus dijual...hehe,,otak bisnisnya mulai dee...


bahan:

1.kertas bekas

2.wantex dgn warna yang kmu suka

3.karton yg keras/tripleks

4.kain bekas bwt bungkus tripleksnya.

5.kertas (A3/A4)+PENSIL bwt bikin desain

6.blender

7.saringan

8.tissue



cara bikinnya:

1.sembarang kertas bekas dirobek-robek, trus direndam dalam air mpe kertasnya basah semua (g usa banyak2 airnya, cuma bwt nglemesin kertas aja tujuannya)

2.blender kertas yang uda direndam tadi mpe jadi bubur kertas

3.dengan wantex,(pilih warna sesuka kamu,blinya di balubur tuh di toko konsekWen,hrganya @1750)

4.wantexnya dikasi air panas+garam dikit(petunjuk jelasnya ada di blakang bungkus wantexnya)

5.bagi beberapa bagian bubur kertas sesuai banyak warna yang kamu inginkan trus campur wantexnya.

6. bikin desain yang kmu mw di kertas (A4/A3,atau sesuka kmu)

7. sebagai alas pake karton yang aga kaku dibungkus kain.

8. taruh kertas diatas alas,gunting sedikit2 kertasnya lalu bagian yang lubang (krn digunting)ditmpel2in bubur kertas mpe bag. yg lubang penuh,klo uda taruh saringan di atas bentuk yang dah ditempelin bubur kertas lalu ditekan2 pake tisu (tujuannya bwt nyerap airnya,ma biar ada teksturnya).

9.begitu seterusnya mpe semua desain kmu kebentuk lagi di ats alas pake bubur kertas.

10.dijemur mpe kering, baru kelupas kertas daur ulangnya dari alas (hati2 jgn mpe robek)


maaf y klo penjelasannya g gitu jelas..boleh ko klo mw ikutan nyoba,,aq jg lg blajar bikin!!

Labels:

Akapela MTI | Sunday, June 17, 2007 at 11:30 PM

SP SP

Akaplea-ers, ada SP dibuka untuk 2006 untuk beberapa mata kuliah, salah satunya Kontek. Pendaftaran dibuka 18-20 Juni. Kasih tahu teman-temannya yang lain.

Akapela MTI | Wednesday, June 13, 2007 at 9:57 PM

Tips n Trik Buat Tingkat 2 - Semester 3

Hwaduh, baik amat ya aku bikinin tips 'n trik segala buat angkatan 2006, padahal dulu ga dapet Tips 'n Trik sama sekali tuh... Nasiib. Ya sudah, tapi tidak ada salahnya berbagi kan? Sekalian, biar ga ditanya-tanya lagi, kasian nanti angkatan atasnya.

Semester 3:
Matakuliah semester 3:

Perancangan Sistem Kerja & Ergonomi atau PSKE (4 SKS)
PSKE ini mata kuliah pertama yang diurus oleh Lab PSKE, dan juga matkul paling penting karena pelajaran dasar TI dan terdiri dari 4 SKS, karena itu, dapatkan nilai sebaik-baiknya min. B. Buku yang dipake biasanya Methods, Standards and Work Designs-nya Niebel Freivalds dan Teknik Perancangan Sistem Kerja-nya Pak Iftikar. Disarankan sih, buat dimiliki, bukan dipinjem karena dua buku ini termasuk dasar banget untuk matkul Lab PSKE khususnya, seluruh matkul TI umumnya, tapi kalau mau minjem, pinjamlah ke dua angkatan di atas (utk 2006, berarti 2004). Aku juga minjem Niebelnya Anto.

Mekanika Teknik atau Mektek (2 SKS)
Ini matkul Mesin, diperlukan dasar Fisika yang kuat karena umumnya membahas kesetimbangan dsb. Buku tergantung dosen, tapi yang penting ada buku biar bisa latihan soal. Aku pakai buku Statika-nya Meriam Kraige, ini bisa dipinjam ke angkatan atas, tapi mungkin bakal diperlukan buat Biomekanika Kerja. Untuk kelas ini, biasanya harus daftar, jadi mesti ke TU Mesin untuk mendaftar kelas, minta diwakilin teman juga bisa dan bagusnya minta bocoran tipe dosennya ke Mesin atau ke angkatan atas yang pernah diajar.

Material Teknik atau Matek (3 SKS)
Seperti namanya, ini jelas matkul Material. Buku yang dipake biasanya Materials Science and Engineering: An Introduction-nya Callister, karena cuman dipake semester ini kalau ga salah, bisa minjem ke angkatan atas, atau ke anak Material. Dosen-dosennya biasanya bikin soal dari catatan, jadi WAJIB nyatat dan ngerti apa yang dicatat. Nah, yang biasanya bikin males itu adalah Praktikumnya yang walau ga dihitung SKS seperti praktikum Prosman, menentukan kelulusan matkul ini. Jadi walau kuliahnya dapet A tapi ga lulus Praktikum, sama saja ga lulus. Praktikum itu terdiri dari TP (Tugas Pendahuluan), Praktikum, Laporan dan Presentasi. Jadwal dan kelompok biasanya diatur oleh asisten, diumumkan di Lab Metalurgi, paling-paling perwakilan angkatan akan diminta jadwal seluruh angkatan buat jadwal kosong buat praktikum. TP biasanya diminta buat pake mesin tik, tapi kalau bisa protes, bisa jadi cuman tulis tangan. Biasanya ada sih contoh dari angkatan terdahulu TP dan laporannya seperti apa.

Proses Manufaktur (3 SKS) plus Praktikum (1 SKS)
Nah, ini matkul yang unik, kuliahnya diajar oleh dosen-dosen TI atau lebih tepatnya dosen LSP (jadi kemungkinan besar ketemu Trio Abadi: Pak Isa, Pak Anas dan Bu Rachma, tapi Praktikumnya dengan Mesin dan di Mesin, tepatnya di Lab TekProd sebelah Lab Metalurgi. Buku utamanya adalah Fundamentals of Modern Manufacturing Materials, Processes, and System-nya Groover, buku ini disarankan punya kalau termasuk buku dasar buat kuliah TI dan kalau mau pinjam, sama seperti PSKE, ke dua angkatan di atas. Aku pinjem punyanya Mona. Untuk kuliahnya, khas LSP, dosennya rotasi dan buku referensi yang diberikan WAJIB punya dan dibaca, karena setiap soal yang keluar diambil dari buku ini ditambah banyaknya rumus dan hapalan. Untuk rumus, diperbolehkan untuk menulis rumus plus keterangan simbol pada selembar kertas A4 bolak balik alias cheatsheet. Ujiannya biasanya campuran PG dan Essay. Untuk praktikumnya, sama seperti praktikum Matek, ada TP, laporan dan presentasi, hanya saja kelompok dan jadwal diatur sendiri. Jadi nanti perwakilan angkatan akan diberi jadwal waktu yang tersedia setelah melihat jadwal kosong angkatan dan setiap kelompok menentukan waktunya sendiri. Setiap kelompok biasanya ada batasan jumlah dan ganjil genap (semuanya ganjil atau genap). Biasanya ada dua modul yang asistennya anak Material (lagi). Praktikum ini penting, karena sekalian belajar untuk Prosman buat yang sulit ngerti pas kuliahnya. Learning by doing. Pada akhir semester ada ujian akhir praktikum.

Probstat atau Teori Probabilitas (3 SKS)
Ini matkul kedua dari lab POSI setelah PengantarTI. Buku yang wajib dimiliki adalah Probability and Statistics-nya Walpole Myers, disarankan yang bahasa Inggris dan dimiliki, karena akan berguna untuk seterusnya. Seperti namanya, matkul ini penuh hitung-hitungan peluang dan statistik. Latihan soal satu-satunya jawaban biar lulus kuliah ini. (Kayak kuliah lain ga aja XDD) Rajin-rajinlah mencari contoh soal.

Matriks dan Ruang Vektor atau Mavek (3 SKS)
Matkul yang ga bosan-bosannya ketemu lagi dari SD... Matematika! Hanya saja ini dikhususkan untuk Matriks dan Ruang Vektor, seperti namanya. Catatan, latihan soal penting buat ngerti kuliah satu ini. Buku ga terlalu dibutuhkan, lebih banyak dari catatan kuliah biasanya, tapi buku yang disarankan Dasar-Dasar Aljabar Linear-nya Anton. Buku ini bisa dipinjam dari angkatan atas.

Total: 19 SKS

Tips 'n Trik umum:
-Kenali dosen, hati-hati kalau ternyata tipe dosen killer atau strict urusan ngasih nilai, bisa-bisa setengah kelas bisa ga lulus. *pengalaman pribadi*
-Kenali asisten dan kalau bisa dekati :D karena toh mereka masih anak kuliah walau lebih tua dan asisten yang enak dan baik biasanya lebih mempermudah urusan TP, laporan dan presentasi. Misal: ga usah presentasi XDD
-Bikin catatan dan rangkuman, berarti perhatikan kuliah baik-baik
-Buku udah punya paling telat 4 minggu setelah masuk, lebih cepat, lebih bagus
-Jangan ketinggalan informasi! Perubahan jadwal kek, ngadepin asisten kek, cara bikin laporan kek, dsb.
-Patuhi dan perhatikan baik-baik peraturan praktikum, atau resiko tanggung sendiri, nilai dipotong atau nol, apalagi banyak barang berbahaya di TekProd (ada gerinda, bubut, freis, las... )

Tips 'n Trik yang kepikiran baru segini, mungkin ditambah lagi, atau ada angkatan atas lainnya yang mau nambahin.

-Annisa-
13405033

Labels: , , , , , ,

Akapela MTI | Monday, June 11, 2007 at 7:56 PM

Sinetron, sinetron...

Assalamu’alaikum…

Mau ngepost, tp maaf ya klo ngga nyambung...=)

Ada yang suka nonton sinetron? Sebenernya gw ngga suka, tp krn liburan n ga tau harus apa, gw jd hobi nonton tipi, yg menyiarkan sinetron nonstop pagi buta sampai malem banget.

Kesimpulan yg gw dapet setelah nonton beberapa sinetron, sinetron Indonesia terbagi 2 tipe. Satu, sinetron laris yg biasanya hasil jiplakan dari pelem luar. Dua, sinetron aseli Indonesia tp ceritanya beneran aneh. Dua tipe ini sama aja, ngga kreatif dan ngga mendidik.

Tipe satu, contoh paling hot apalagi kalau bukan (gw sok sensor ya biar gaya =p) B*ku H*ri*n N*yl*. Tapi ternyata ada yg lebih kece, ada dua sinetron yg menjiplak satu pelem yg sama, yaitu P*mb*nt* Mil*arder (Jumat jam 20.00 di I*dosi*r) ma P*s*ngan Heb*h (baru aja tamat di R*TI). Cerita, adegan, n karakter2 di 2 sinetron ini mirip. Yang lebih kece lagi, ada yg pernah bilang klo sebenernya cerita 2 sinetron ini ngikutin film luar yg judulnya (klo gw ga salah denger ya) Fantasy Couple. Nah, orang ini bilang dia tau dari temennya yg hobi pelem2 Asia, jadi bwt teman2 yg hobi nonton pelem Asia, tolong dicek kebenarannya.

Gw jadi agak bingung, yg terjadi itu yg jiplak dijiplak juga, atau dua-duanya kebetulan jiplak pelem yg sama, atau apa?

Klo mau contoh sinetron tipe dua, tonton aje Ind*si*r yg siang2 suka muter FTV ttg siluman segala hewan. Beneran segala hewan, mulai siluman buaya putih, macan, kalong, kalajengking, kelabang, untung belum ada siluman bekicot. Yah lumayan dh, ada hiburan bwt diketawain siang2 klo lagi males kuliah =p

Susah sih ya cari sinetron yg mendidik. Tapi setau gw, PH ngga akan bikin sinetron yg ngga akan diminati masyarakat. Dengan kata lain, ngga sukses klo ngga ikut tren. Tapi menurut gw, selama ini malah sinetron yg membentuk tren. Contoh, sekarang banyak yg ke skolah bergaya aneh2 (yg rok dimodif, rambut dikuncir banyak), padahal dulu ngga begitu. Ya ini sih kembali ke PH, mau kreatif atw ngga. Kasian orang2, dijejali mimpi, n ga semua orang bisa bedain mana yg real mana yg ngga kan? Gw sih masih berharap, di musim libur ky gini, ada sinetron oke yg bisa gw tonton, yg akting pemainnya oke, yg ceritanya bagus, yg menginspirasi...

Nur Aisyah Safitri
biasa dipanggil Cici
13406019

Akapela MTI | Sunday, June 10, 2007 at 7:30 PM

Banyak anak banyak rezeki...

Judulnya rada ga penting yak?! hehe... Sbenernya ini gara2 abis seminar menggagas kemandirian bangsa tadi. Trus Pak Ichsanudin Noorsy ngasi thesis 'banyak anak banyak rezeki'. Ini bukan nentang program KB pemerintah loh! He... Dibalik slogan (atau apapun namanya...) itu ada artinya. Katanya tadi, ungkapan itu emang bener. Coba deh dipikir. Klo satu kluarga anaknya lima, trus lima-limanya sekolah tinggi, punya kerjaan bagus, banyak rejeki kan?? Nah, ini yang dianalogiin sama keadaan bangsa kita. Ibu pertiwi punya anak bangsa banyak banget. Harusnya banyak rezeki dong! Knapa kenyataannya nggak, karena anak-anaknya ga dididik dengan bener. Jadi inget omongan guru sejarah pas sma dulu. Masalah pendidikan, pengangguran, sama kemiskinan itu kayak lingkaran setan. Klo mau ngapusin kemiskinan harus benerin pendidikannya dulu. Biar anak-anak yang lahir ga dianggap sebagai penambah jumlah kepadatan penduduk, tapi sebagai pembawa banyak rezeki...
maap klo ga nyambung... hehe...
-asti06168-

Akapela MTI | Friday, June 8, 2007 at 5:41 AM

ITB...Oh ITB...

Reaksi pertama membaca postingan Dissa: tertawa (bisa getir, bisa lucu, sambil geleng-geleng kepala)

Kamu bukan yang pertama nak. *tertawa*

Begitu mendengar ITB emang kesannya bagaimana, bahkan sejak kecil. 'Susah masuknya', 'Universitas terbaik di Indonesia', 'Tempatnya orang-orang pinter', atau kayak yang Dissa denger 'Institut Terbaik Bangsa' dan banyak lagi. Emang ITB kesannya wah, jadinya secara alami banyak orang yang masuk dengan ekspektasi tinggi dan kecewa begitu melihat kenyataan yang berbeda dengan bayangan.

Sejujurnya aku ga termasuk, karena buat masuk aja sudah alhamdulillah, dan ga nuntut banyak dari ITB sendiri karena setidaknya mendapat lingkungan yang kondusif buat belajar maksimal, di Bandung, dikelilingi orang-orang pintar dari seluruh Indonesia, bahkan ada yang dari luar! Aku malah terkagum-kagum pada pake proyektor ama Comlabs (terutama pada Rileks. Hidup Rileks! XDD) Itu sendiri udah lebih dari cukup karena mau tak mau jadi terpaksa untuk terus belajar agar tidak tertinggal. 'Tul kan?

Namun, perlu diakui kalau dalam fasilitas masih banyak yang kurang untuk mendukung kuliah, apalagi ITB pengen jadi universitas berbasis riset. Wuih, ambisius banget bukan? Makanya sekarang tuh kita mesti lulus min. 4 tahun, ga ada istilah mahasiswa abadi lagi, dengan konsekuensinya, mahasiswa ITB menjadi lebih study-oriented dan banyak yang di-DO. Walau ITB emang udah mulai berbenah dikit-dikit, dari ruang kuliah yang udah sering pake proyektor, wireless internet di seluruh kampus, komputer comlabs dan komputer di perpus ditambah dan diganti (komputer yang sekarang lebih bagus lho), sebenarnya kalau dibandingkan ama universitas lainnya di Indonesia (terutama negeri), ITB itu masih lebih baik, tapi sayangnya ga diikuti dengan perawatan (maintenance) dan SDM yang memadai. Coba liat, ibu-ibu yang jaga komputer di perpus itu kayaknya ga tahu apa-apa tentang komputer deh dan banyak komputer yang lemot.

Aku jadi inget cerita dosen Kimiaku dulu, Bu Mega namanya, dia sering ke luar negeri untuk ngerjain proyek, salah satunya ke India. Beliau bercerita bagaimana keadaan universitas di India, dan katanya, ruang kuliahnya lebih buruk dari kita. Pencahayaan satu-satunya datang dari bohlam, ruangannya ga terlalu besar jadinya kalau banyak orang jadi sesak dan padat, dan ga ada yang namanya proyektor, yang ada cuman OHP dan itupun sering ga jelas, tapi dengan semua keterbatasan itu, tahu ngga kalau universitas-universitas India terutama yang jurusan bisnisnya menempati peringkat 10 besar dunia? (Peringkatnya aku ga apal tepatnya tapi yang jelas masuk 100 besar) Universitas kita aja ga ada yang nembus 100 besar dunia, padahal dilihat dari fasilitas, kita masih jauh (baca: jauuuuuuh) lebih baik dari mereka, tapi kok kita koit? Mereka juga banyak yang pergi ke kampus pake sepeda lho.

Kita sering mengeluh ini itu tentang fasilitas, tapi sebenarnya yang menentukan kualitas pendidikan itu sendiri adalah kita sendiri, bagaimana kita mengatasi keterbatasan tersebut dengan memanfaatkan yang udah ada. Justru India dengan segala keterbatasannya menjadikan mereka memiliki motivasi yang sangat besar untuk berhasil, ditambah dengan kebanggaan mereka akan India, banyak yang lulus dengan nilai bagus bahkan ada yang menempati jabatan-jabatan tinggi, ada pun yang memperoleh Nobel. Seharusnya kita dengan fasilitas lebih baik, bisa lebih baik lagi dari mereka bukan?

Bukan berarti kita ga boleh memperoleh fasilitas terbaik, bukan begitu. Cuman jangan jadikan itu alasan untuk melenakan kita. Kekurangan utama kita adalah motivasi dari dalam diri, motivasi untuk menjadi yang terbaik, memberikan yang terbaik untuk (pinjem salam Ganesha) Tuhan, bangsa, dan almamater. Jangan terlalu bergantung pada orang lain atau lembaga untuk memberi kemudahan sepenuhnya kepada kita. Seperti minta Tuhan biar ga ada kejahatan dan kemiskinan, suatu hal yang mustahil. Akan selalu ada kesulitan, tapi selalu ada kemudahan setelahnya.

Ga mustahil kalau kita nanti berhasil mengharumkan nama almamater dan bangsa, ITB akan terus terpacu buat lengkapin fasilitasnya. Jadi jangan mengkerut dulu... Jangan keseringan liat ke atas, liat ke bawah juga. Kita masih lebih beruntung dari banyak orang lain yang ga berhasil ngelanjutin sekolah, ga berhasil dapet fasilitas yang kita peroleh sekarang...

Sebagai penutup, ada kutipan terkenal dari pidato inaugurasi presiden John F. Kennedy :
'Ask not what your country can do for you; ask what you can do for your country.'

-Annisa-
13405033
YangSenengAdaTopikKayakGinianAyoKomen!

Labels: , ,

Akapela MTI | Thursday, June 7, 2007 at 11:37 PM

Katanya Institut terbaik tapi...?

Teman2 liat judul postnya? itu adalah tumpahan hati seorang teman yang lagi bete, marah2, kesel, n laen2 yang berbau darah mendidih sama tempat dia menuntut ilmu saat ini... Setelah seharian kena cipratan darah mendidihnya, aku pengen crita aja pendapat temen kita satu ini.
Oke, pertama kali masuk kita semua bangga "Wow! Gue masuk Institut Terbaik Bangsa low!". Kita masuk dengan membawa sejuta mimpi n bayangan yang indah2 soal menuntut ilmu di sini. Jujur ni... aku aja pertama kali tu dah ngebayangin yang keren2 soal itb. Mulai dari... "Wa! Perpustakaannya dah pake sistem canggih! Mau msk gesek kartu segala booo!" sampe... "Ruang kuliahnya pasti keren. Gedungnya aja dari luar dah keren gitu".
Ternyata setelah masuk.. "Buset! Ni ruang kuliah kursi dah pada miring2 kagak jelas??", "Gesek kartu kagak ngefek tuh. Buku2 juga suka susah nyarinya.", sampe... " Alat2 buat praktikum udah pada kagak jelas. Smua analisis pake tulisan 'kerusakan alat' aja." Akhirnya mimpi2 indah soal menuntut ilmu di Institut terbaik Bangsa dengan didukung sejuta kemajuan teknologi, SDA yang modern, plus SDM yang berkualitas hancur berkeping2...
Contoh ni, mau posting ini aja musti pake repot, udah musti bayar di muka; komputernya sebagian rusak, yang ngga rusak malah lemot; trus yang bikin tambah bete, sistem pembayaran per jam yang ngga jelas, berikut kutipan percakapan:

Dissa (D) : Bu, harus bayar di muka ya?
Ibu tukang jaga (I) : Iya
Aku bayar deh seribu lima ratus dari uang 3ribu yang ada di dompet.
.....
5menit kemudian
.....
Udah nyobain 3 komputer berbeda dan ngga ada yang connect
D: Bu, komputernya kog ngga bisa?
I: Sebentar ya
Si Ibu tukang jaga menghampiri mas2 yang pake komputer laen
I: Mas, udah satu jam kan?
Mas2 (M) : Belom koq Bu, kan tadi mulainya jam 1.20
I: Masa c?
M: Iya Bu. Tadi kan saya liat jam
I: Duh, tadi saya kan lagi ngga ada..jadi ngga tau..
Si Ibu akhirnya minta mas2 laen buat tukeran sama aku yang notabene dah muter2 dari tadi nungguin komputer.
Kesimpulan:
1. Si ibu dah tau komputer ada yang rusak n yang masi jalan lagi pada dipake. Tapi, kog aku ngga dikasi tau?? Musti muter2 nyoba satu2 dulu n laporan baru de dicariin komputer.
2. Ngga ada patokan jelas soal 1jamnya. Suka2 anaknya aja ngaku2 jam brapa.
Yang tadi itu cuman satu kutipan dari sekian banyak contoh yang banyak dari kita alami dalam kehidupan kita di kampus tercinta ini. Kaya yang temen kita bilang "Katanya Institut terbaik tapi...?"
Posting ini cuman curahan hati dari beberapa orang diantara kita. Kalau ada salah kata atau menyinggung temen2, sorry bgt ya... Gomen.. ^-^
Dissa Riandaso C
13406195

Akapela MTI | at 12:23 AM

Edensor

Edensor merupakan novel Andrea Hirata yang ketiga setelah Laskar Pelangi dan Sang Pemimpi. Berbeda dengan dua buku sebelumnya yang mengambil tempat di Belitong, kali ini Andrea banyak mengisahkan petualangannya di luar negeri, terutama Paris, Perancis (jalan cerita novel-novel Andrea memang sebagian besar diambil dari pengalaman pribadinya).

Alkisah, Andrea Hirata bersama dengan sepupunya, Arai (diceritakan lebih rinci di “Sang Pemimpi”), mendapat beasiswa kuliah di Universitas Sorbonne. Andrea mengambil studi ekonomi sementara Arai biologi. Digerakkan keinginan untuk menjelajah dunia, pada saat liburan mereka memutuskan untuk mengamen dari satu kota ke kota lain. Ada semacam perlombaan kecil di antara kawan-kawan sekelas Andrea. Yang paling banyak mengunjungi tempat, dialah pemenangnya.

Selain itu, rupanya Andrea juga punya misi lain: menemukan cinta masa kecilnya yang bernama A Ling.

Cerita pun berputar-putar di situ, hingga pada akhirnya Andrea Hirata sampai ke kota Edensor – kota yang selama ini hanya ada dalam bayangannya saja, yang terdapat di novel karya Herriot (kenangan A Ling untuknya).

Yang mengagumkan dari novel ini, sebagaimana novel-novel sebelumnya, adalah metafora yang dipakai. Sang pengarang seolah tak pernah mengalami kesulitan diksi. Juga di novel ini, ada bagian-bagian di mana sang pengarang menyampaikan nuansa humoris dan juga sinisme yang kuat.
Sayangnya, nama-nama tempat terlalu banyak dipaparkan sehingga berpotensi membuat pembaca hilang fokus.

Akapela MTI | Tuesday, June 5, 2007 at 9:34 AM

PROKER DIVISI AKAPELA MTI 2007

Latar Belakang
Program-program Divisi Akapela MTI disusun untuk menunjang tugas utama mahasiswa yaitu, belajar dan menuntut ilmu.

Tujuan
Program kerja divisi akapela MTI dititikberatkan untuk membantu anggota MTI dalam bidang akademis (perkuliahan), juga membantu mengembangkan kemampuan (soft skill) anggota.

Deskripsi
Berikut adalah deskripsi singkat program kerja Divisi AKAPELA MTI :
1. Responsi
Responsi diadakan untuk membantu anggota MTI mengerti lebih lanjut mengenai materi berbagai mata kuliah. Sifat responsi ini ‘dari anggota untuk anggota’. Responsi sifatnya insidental, sesuai kebutuhan anggota.

2. English Meeting
Pertemuan yang dilakukan rutin untuk melatih kemampuan berbahasa inggris anggota dengan cara yang menyenangkan. Anggota berkumpul dan membicarakan suatu topik dengan bahasa inggris. English Meeting bersifat rutin tiap 2 minggu sekali.

3. Bank Soal
Bank Soal merupakan program baru kepengurusan 2007. Kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan kumpulan soal berbagai mata kuliah, sehingga membantu anggota MTI mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian.

4. Pelatihan
Pelatihan ini mencakup pelatihan software dan soft skill untuk anggota MTI. Bersifat insidental sesuai kebutuhan anggota.

5. Penanganan Mahasiswa DO
Bentuk penanganan adalah dengan :
- mencari data mahasiswa calon DO (akhir semester genap).
- berkoordinasi dengan Keluarga Mahasiswa (untuk penanganan eksternal/birokrasi dll)
- mengadakan responsi untuk berbagai mata kuliah di semester pendek

Time line

Responsi : Insidental, terutama menjelang UTS dan UAS
English Meeting : Rutin 2 minggu sekali mulai minggu pertama semester ganjil
Bank Soal : Kumpul rutin 2 minggu sekali. Target 6 bulan ke depan sudah ada bank soal MTI (Desember)
Pelatihan : Insidental, minimal 3 bulan sekali diadakan pelatihan
Penanganan Mahasiswa DO : Akhir semester genap (Juni – Agustus 2007)

Anggaran
Responsi : Biaya konsumsi, variatif
English Meeting : Biaya konsumsi, variatif
Bank Soal : Rp 20.000 (untuk fotokopi, selanjutnya diserahkan ke BU)
Pelatihan : Rp 30.000/pelatihan (untuk pengajar bila outsourcing, sertifikat)
Penanganan Mahasiswa DO : Biaya konsumsi, variatif

--
Ayo, silakan dikritisi. Masih kurang di sana sini, terutama anggaran :)
Mohon komentarnya yaa!

Akapela MTI | Monday, June 4, 2007 at 4:57 AM

What's do you want from sub-div pelatihan dan soft-skill?

...dari sub divisi pelatihan & soft-skill,

saya butuh usulan, untuk 2006,2005,2004 dan 2003 ke atas, kira-kira mau request pelatihan apa? berikut adalah list-list yang sudah ada. silakan di beri komentar dan usulan. Bila sudah ada pelatihan yang positif diinginkan, liburan ini saya sudah melakukan persiapan. Mudah-mudahan semester baru bisa dilaksanakan.

usulan pelatihan software
2006
PASCAL : akan berguna saat log-prog nanti
MathCad : bisa jadi berguna untuk menghitung terutama untuk kelas Bpk. Sutarno

2005
SQL : software yang banyak di pakai buat basdat
Access : software yang banyak di pakai buat basdat
Excel - Word : ini lebih ke arah expert, banyak berguna saat PTI tampaknya :)
BasicStamp : software ini dipakai di praktikum otomasi

2004
???

Softskill
??? masih belum mendapat gambaran.


Ini saja yang baru dipikirkan. Butuh saran, komentar dan tanggapan. Sub-div Pelatihan dan Softskill juga bisa mengusahakan pelatihan khusus, misalnya pelatihan robot untuk otomasi (dulu pernah diadakan untuk 2003 - dengan tutor Ibu Rachma). Ya, segini aj, ditunggu feedbacknya...


Thanx.
Hardian Prabianto
13405097

Akapela MTI | at 2:13 AM

Bantuin Vote Design Nokia N76!

Akapela-ers, salah satu dari kita, Aris Suryamas (TI 2003) mengikuti lomba desain produk Nokia N76 dan berhasil lolos seleksi dan menjadi satu-satunya wakil Indonesia. Sekarang tinggal seleksi terakhir, berdasarkan voting dari umum. Karena itu mari kita bantu, dengan memberikan rate yang paling tinggi. Deadline: 10 Agustus 2007.

Ini linknya (untuk ngeliat hasil design dan vote):
http://www.nseries.com/index.html?l=campaigns,n76,yourtalent,d_RkkdtMGKfgUAAGX8zDU

Ayo bantu~!

Akapela MTI | Sunday, June 3, 2007 at 10:33 PM

Kebijakan Parkir Kendaraan Bermotor di ITB

Pertama-tama, salam kenal dulu bwat smua Akapela-ers... :)

Senang dengan adanya blog ini...
Makasih bwat Annisa, yeay~!!

First posting nih hehehehe...
Humm, sbenarnya isu yang mau diangkat mungkin udah rada basi dan udah pada tau juga secara akan mulai berlaku lusa, yaitu tentang Kebijakan Parkir Kendaraan Bermotor di ITB.
Jadi, mau mengingatkan saja bwat yang udah tau atau pemberitahuan bwat yang belum tau...

Mulai Senin, 4 Juni 2007, menurut surat edaran dari Biro Sarana dan Prasarana, kartu tanda pengenal karyawan akan efektif digunakan pengendara kendaraan bermotor untuk keluar masuk kampus.
Semua kendaraan bermotor tanpa kartu tanda pengenal karyawan tidak boleh masuk ke dalam kampus, baik di atas pk 17.00 maupun hari sabtu/minggu.

Memang disediakan tempat parkir untuk kendaraan2 bermotor, namun pemakaiannya juga dibatasi.
Parkir perpus belakang untuk motor akan dibuka sampai pk 18.00 saja. Jika motor tidak dipindahkan sampai batas waktu itu, maka akan digembok dan baru dapat diambil keesokan paginya.
Untuk mahasiswa-mahasiswa yang perlu beraktivitas di kampus sampai malam, hanya disediakan parkir SR untuk mobil dan motor sampai pk 22.00. Jika mobil dan motor tidak dipindahkan sampai batas waktu yang diberikan, maka akan digembok dan baru bisa diambil keesokan paginya.
Pihak kampus tidak bertanggung jawab atas kehilangan selama penggembokan, yaitu pk 18.00-06.00 atau pk 22.00-06.00.


Weuw.
IMHO, ga gtu stuju dengan kebijakan ini...
Rasanya cukup merepotkan bwat mahasiswa yang memiliki kendaraan bermotor...
Jadi ga bisa masuk ke dalam kampus sama sekali...
Mungkin baik untuk meningkatkan keamanan dalam kampus, kan kmarin banyak terjadi kehilangan/kecurian kendaraan gtu tapi secara dari kmarin2 saya memang cukup sering pulang sore/malam dari kampus dan Sabtu/Minggu tetap harus ke kampus, jadi kalau ada kendaraan dan bisa diparkir di dalam kampus sampai malam berasa cukup membantu sbenarnya...
Apalagi melihat anak-anak TI yang sering masih ada di kampus ampe malem gtu, khususnya berada di Gedung TI, klo parkir di SR, jauh juga yakk jalannya hehe...
Bakal makan waktu jadinya, gpp sih, segi positifnya bisa jadi lebih sehat, heheheh...
Dan apakah parkir SR bisa memenuhi kebutuhan parkir semua mahasiswa yang beraktifitas di atas pk 18.00 di kampus ya ga tau juga...
Perasaan klo malem gtu masih banyak aja aktifitas di kampus dan kendaraan bermotor yang diparkir di dalam kampus juga banyak.
Gara-gara peraturan ini, banyak mahasiswa males bawa kendaraan bermotor gak ya..??
Jadinya pada naik angkot dan mengurangi kemacetan mungkin heheheh...
Mungkin saja sih.
Pokoknya, semoga aja dengan diberlakukannya peraturan ini, memang bisa lebih meningkatkan keamanan dan ketertiban kampus.

Yaaa, ini sekedar mengingatkan saja bwat yang mengendarai kendaraan bermotor dan diparkir di parkiran kampus...
Parkiran cuma dibatasi sampai pk 18.00 kecuali parkiran SR yang bisa sampai pk 22.00.
Jangan sampai digembok dan malah ga bisa ngambil kendaraannya hehehe...

Wahh, jadi pengen ITB buat gedung parkir deh, hehehehe...
*mimpi, Nes...*

Well, oh well...
Ada tanggapan tentang hal ini..?
Langsung aja tulis komen-mu di post ini heheh...
Sipp, makasih lhow...

Ines Dyah Iswara
13406164

Akapela MTI | Saturday, June 2, 2007 at 8:56 AM

Responsi Kalkulus III

Hari Minggu 3 Mei 2007 akan diadakan Responsi Kalkulus III untuk teman-teman MTI yang akan ikut ujian perbaikan. Siapa yang bisa mengajar, diharapkan bantuannya.

Tempat di Lab POSI Lt 4
Pukul 15.00

Untuk Akapela 2006, yang tertarik untuk tahu bagaimana cara mengajar, boleh datang lho.
Terima kasih. Tolong disebarkan :)

Akapela MTI | Friday, June 1, 2007 at 6:28 AM

Ikut Muker yuk

Tanggal 9 dan 10 Juni 2007 akan diadakan Muker (Musyawarah Kerja) Badan Pengurus MTI. Teman-teman Akapela yang mempunyai waktu luang pada hari tersebut, diundang untuk datang. Muker diadakan di Villa Istana Bunga. Agenda muker adalah menentukan program kerja fix kita sebagai MTI.

Untuk teman-teman 2006, ini kesempatan bagus untuk kamu mengenal MTI lebih dekat. Kapan lagi kita tahu bagaimana cara MTI merumuskan program kerjanya? Seluruh BP dan BPA MTI akan hadir di muker ini.

Ikut yuk muker MTI. Siapa yang bisa dan tertarik untuk datang, hubungi Batari ya, sebelum Rabu 6 Mei 2007. Terima kasih banyak.. Ditunggu smsnya..

Akapela MTI | at 6:06 AM

Akapela cari sekretaris

Siapa yang punya waktu kosong hari Senin 4 Mei 2007 jam 9 pagi dan bersedia menjadi sekretaris divisi Akapela MTI?

Biar kerja dan rapat kita lebih teratur, seorang sekretaris tampaknya dibutuhkan. Oleh karena itu, 2006 Akapela yang bersedia tolong hubungi Batari di 08158987999 ya.

Job description :
- kuasa untuk memegang bukom (buku komunikasi)
- koordinasi dengan sekretaris-sekretaris MTI (hari Senin 4 Mei 2007 jam 9 pagi di Himpunan)
- membuat notulensi dan absensi

Terima kasih banyak..

Akapela MTI | at 5:57 AM